Senin, 27 Juli 2020

“Peran Muslim untuk Perdamaian Dunia di Masa Pandemi dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis”



Oleh Muhammad Sapi’i Kelompok 25 KKN-DRSK IAIN Palangka Raya Tahun 2020 

Palangka Raya – Senin 27 Juli 2020 pukul 08.00 – 12.00 AM (WITA). Telah terlaksana International Webinar yang diadakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo. Tema yang diangkat pada webinar ini “The Role of Muslim to World Peace in Al-Qur’an and Hadis Perspective” hemat penulis, ini merupakan tema yang memantik semangat perdamaian ditengah problematika yang sedang melanda dunia. Disinilah peran umat Islam dan dunia untuk saling komitmen dan turut andil memperjuangkan nilai-nilai perdamaian, meskipun ditengah krisisis ekonomi ditengah wabah pandemi covid-19. Karena hal tersebut merupakan hal yang menyangkut persatuan dan kesatuan antar bangsa.

Webinar kali ini, dipimpin oleh Husni Idrus, M.Ag selaku akademisi Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo. Webinar ini secara resmi dibuka oleh Dr. Lahaji Haedar, MA (Rektor Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo) dan sebagai narasumber Dr. Abdul Karim Miqdad (Universitas Gaza Palestina), Prof. Dr. Anton Athoillah, MA (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung), Dr. Mustaqimah, MA (Chift of  IQT Departement IAIN SAG) dan Dr. Aden Rosadi, M.Ag (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung)

Jika kita tarik alur sebuah perdamaian, tentu sejarah panjang atau sepak terjang perjalanannya tak lepas dari sosok yang menginspirasi dan meneladani umat ini. Rasulullah telah mewariskan itu semua, dalam tanda kutip “perdamaian” itu terbukti dari Piagam Madinah yag beliau gagas dan menjadi bukti tegaknya tombak kemaslahatan antar umat. Melalui piagam ini Rasulullah mencontohkan tentang kerukunan dan harmonisasi dalam berkehidupan. Sepatutnya kita mengejawantahkan hal tersebut di dalam berbangsa dan bernegara. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ (١٠٣)

Terjemah: “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S Ali 'Imran) [3]: 103)

Tafsir Kemenag: Diingatkan hendaklah mereka berpegang teguh kepada Allah dan ajaran-Nya dan selalu mengingat nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Dahulu pada masa jahiliah mereka bermusuhan sehingga timbullah perang saudara beratus-ratus tahun lamanya, seperti perang antara kaum ‘Aus dan Khazraj. Maka Allah telah mempersatukan hati mereka dengan datangnya Nabi Muhammad saw dan mereka telah masuk ke dalam agama Islam dengan berbondong-bondong. Allah telah mencabut dari hati mereka sifat dengki dan memadamkan dari mereka api permusuhan sehingga jadilah mereka orang-orang yang bersaudara dan saling mencintai menuju kebahagiaan bersama.

Juga karena kemusyrikan, mereka berada di tepi jurang neraka, hanya terhalang oleh maut saja. Tetapi Allah telah menyelamatkan mereka. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya, agar kaum Muslimin mendapat petunjuk dan mensyukuri nikmat agar nikmat itu terpelihara.

Disebutkan di dalam sebuah hadits:

 عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ أَهْلَ قُبَاءَ اقْتَتَلُوْا حَتَّى تَرَامَوا بِالْحِجَارَةِ، فَأَخْبَرَ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ، فَقَالَ: اذهبُوا بنا نُصلِح بينهم

Terjemah: “Dari Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu anhu bahwa penduduk Quba’ telah bertikai hingga saling lempar batu, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dikabarkan tentang peristiwa itu, maka beliau bersabda: Mari kita pergi untuk mendamaikan mereka.” [HR. Bukhari]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Negeri Para Pejuang: Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghofur”

  Oleh Muhammad Sapi’i Kelompok 25 KKN-DRSK IAIN Palangka Raya Tahun 2020 Pencipta Puisi: Muhammad Sapi’i Vocal: Muhammasd Sapi’i Editor...