Oleh Muhammad Syafi'i
FENOMENA KIDS ZAMAN NOW
S
|
imak
hadist ini “Dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Tidak akan tergelincir (binasa) kedua kaki seorang hamba pada hari
kiamat, hingga ditanyakan kepadanya empat perkara: usianya untuk apa ia
habiskan, masa mudanya bagaimana ia pergunakan, hartanya dari mana ia dapatkan
dan pada siapa ia keluarkan, serta ilmunya dan apa-apa yang ia perbuat
dengannya.” (HR. Al-Bazzar dan At-Thabrani).
Berkaca
dari hadits di atas betapa pentingnya usia di masa muda, harta dari mana dan
untuk siapa kita keluarkan? serta ilmu dan apa-apa yang kita perbuat dengannya.
Namun sungguh miris di zaman sekarang berbeda dengan waktu dahulu. Dari waktu
ke waktu keadaan begitu jauh berbeda, perbedaan itu begitu mudah kita temui
mulai dari kota bahkan desa yang jauh sekalipun dari pusat kota, kota yang
dulunya menjadi contoh perkembangan di desa sekarang malah menjadi contoh yang
kurang baik, baik yang muda mau pun yang tua ”ah masa bodoh” kira-kira begitu,
tanpa memandang dia anak siapa dari mana asalnya yang penting hidup! tanpa
menghiraukan nasib orang lain. Padahal sejatinya kotalah yang menjadi pusat
peradaban, namun kenyataan berkata lain malah sebaliknya.
Sangat
miris! bahkan di desa mulai terjangkit penyakit zaman sekarang yang di
istilahkan dengan fenomena “Kids Zaman Now” dimana anak-anak muda sudah
terinfeksi penyakit yang menular bahkan lebih menular dari virus yang berbahaya
sekalipun, yakni penyakit kekinian yang di akibatkan kurangnya pengetahuan
dalam beragama, akhirnya mudah terpengaruh dunia luar yang gampang masuk dan
meracuni akal serta pikiran anak muda yang dapat menjerumuskan kelembah kemaksiatan.
Melihat hal itu, betapa perihnya hati ini terasa tersayat sembilu yang begitu
tajam dan mematikan. Astagfirullah...
Mau
dibawa kemana bangsa ini, apakah kita tidak malu sebagai pemuda yang akan
meneruskan perjuang bangsa tapi malah kita sebagai pemuda regenerasi dari
pendahulu kita yang sudah mulai tua
renta, yakni orang tua kita dan kita malah mempermalukan mereka dengan
perbuatan kita yang membawa kehancuran dan malapetaka yang akan menimbulkan
duka dan deraian air mata keduanya. Sungguh semua itu tidak bisa diterima
dengan akal dan naluri kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang diciptakan
dengan jiwa dan raga yang sempurna.
Wahai
pemuda mari kita kembali ke jalan yang benar dan diridhoi Allah SWT. Contohlah
pemuda yang pernah hidup di zaman Rasulullah, beliau menjadi teladan bagi para
pemuda Islam, siapakah beliau? yaitu Mush’ab bin Umair dilahirkan di masa
jahiliyah, empat belas tahun (atau lebih sedikit) setelah kelahiran Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada tahun 571 M (Mubarakfuri,
2007:54), sehingga Mush’ab bin Umair dilahirkan pada tahun 585 M.
Dalam
Asad al-Ghabah, Imam Ibnul Atsir mengatakan, “Mush’ab adalah seorang pemuda
yang tampan dan rapi penampilannya. Kedua orang tuanya sangat menyayanginya.
Ibunya adalah wanita yang sangat kaya. Sandal Mush’ab adalah sandal al-Hadrami,
pakaiannya merupakan pakaian yang terbaik, dan dia adalah orang Mekkah yang
paling harum sehingga semerbak aroma parfumnya meninggalkan jejak di jalan yang
ia lewati.” (al-Jabiri, 2014:19). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Aku tidak pernah melihat seorang pun di Mekkah yang lebih rapi
rambutnya, paling bagus pakaiannya dan palimg banyak diberi kenikmatan selain
dari Mush’ab bin Umair.” (HR. Hakim).
Meskipun
ibunya sangat memanjakannya, namun tak lantas membuat beliau berbangga diri dengan
semua kenikmatan yang membuatnya tidak pernah merasakan kesulitan hidup dan
kekurangan nikmat. Justru beliau jual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di
akhirat. Inilah ciri pemuda Islam yang mutamaddin, beliau tidak mementingkan
urusan dunia semata, akan tetapi mencari dunia untuk kehidupan akhirat yang
lebih kekal dan abadi. Karna sejatinya dunia adalah sebuah permainan yang
menipu dan apabila kita tidak berhati-hati, maka tunggulah kehancurannya.
Ingat! kita hidup di dunia hanyalah sementara, ibaratkan seorang musafir yang
singgah disuatu tempat untuk menghilangkan penat dan dahaga, serta melanjutkan
kembali perjalanannya, apabila tujuannya baik maka baiklah tujuannya dan
apabila tidak, maka sebaliknya.
Oleh
sebab itu, maka disini peran keluarga dan lingkungannya yang bisa mengubah
karasteristik pemuda. Mengingat pentingnya peran keluarga ini, maka tidak aneh
kalau salah satu dari maqoshidus syari’ah
(tujuan syariat) adalah sebagai upaya hifdzun
nasl (menjaga keturunan), terutama menjaga ikatan keluaraga. Disitu
silaturrahmi, belajar bersama serta kerjasama bisa dilakukan dalam membentuk masa depan
bersama (Said Aqil Siroj, 2015:32). Begitupun dengan lingkungan, karena
lingkungan juga merupakan tonggak perubahan karasteristik seorang pemuda,
pemuda yang gagal dalam bersosialisasi dengan lingkungannya, maka akan terintimidasi jiwa dan pikirannya.
Kita sering tidak sadar bahwa seseorang disekeliling kita mempunyai pengaruh
yang sangat besar, kadang kita memperingatkan adik-adik kita atau teman kita
untuk tidak salah pergaulan, tetapi jangan lupa bahwa memilih teman bergaul
menjadi kunci penting kesuksesan hidup kita.
Fenomena
di atas merupakan fenomena yang sering kita temui, baik di lingkungan kita
maupun lingkungan yang lainnya. Memang saya sendiri sebagai seorang pemuda
harus selalu berhati-hati di dalam menyikapi itu semua, walaupun saya seorang
pemuda desa yang hijrah ke kota, demi cita-cita dan untuk kebahagiaan kedua
orang tua saya, lantas! hati saya bergeming semoga semua itu tidak terjadi
dengan saya. “Ya Allah, jauhkanlah hamba-Mu ini dari semua hal yang dapat
membuat hamba terlena dengan manisnya dunia yang hanya sekejap dan melalaikan
semata”. Kelak kita semua akan kembali ketempat semula yang di penuhi dengan
binatang pengrusak jiwa dan tersisalah kita menjadi sebujur bangkai yang tak
berguna bagai tenggelam di laut derita dan amal shaleh sebagai penyelamatnya.
Wallahu a’alam bish-shawab.
BIODATA PENULIS
(Kompetisi Literasi : Create Your Dream, Write to Inspire)
Nama : Muhammad Sapi’i
Status : Mahasiswa
Pekerjaan : Belum bekerja
Alamat : Jl. Samuda-Ujung Pandaran, Ds. Handil Sohor, Kec. Mentaya Hilir Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah
Kontak/WA : 085752265817
Media Sosial : Instagram
@syafiee_ahmed
Email : muhammad17sapi.i@gmail.com
Email : muhammad17sapi.i@gmail.com

Masyasllah
BalasHapusSubahanallah
BalasHapusVery good..
BalasHapusImam Syafii mengatakan : Sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaannya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya.Ia tidak layak disebut pemuda. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan (syubbanul yaum rijalul ghod).
BalasHapusNice ... subhanallah
BalasHapusNice
BalasHapus..ماشاالله
BalasHapusGood.. 👍👍
BalasHapusReally good for inspiration.
BalasHapusMntp👍
BalasHapusMntp👍
BalasHapus