Sabtu, 06 Januari 2018

Based On The Story Experience


Oleh Muhammad Syafi'i
FENOMENA KIDS ZAMAN NOW
S
imak hadist ini “Dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan tergelincir (binasa) kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, hingga ditanyakan kepadanya empat perkara: usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya bagaimana ia pergunakan, hartanya dari mana ia dapatkan dan pada siapa ia keluarkan, serta ilmunya dan apa-apa yang ia perbuat dengannya.” (HR. Al-Bazzar dan At-Thabrani).
Berkaca dari hadits di atas betapa pentingnya usia di masa muda, harta dari mana dan untuk siapa kita keluarkan? serta ilmu dan apa-apa yang kita perbuat dengannya. Namun sungguh miris di zaman sekarang berbeda dengan waktu dahulu. Dari waktu ke waktu keadaan begitu jauh berbeda, perbedaan itu begitu mudah kita temui mulai dari kota bahkan desa yang jauh sekalipun dari pusat kota, kota yang dulunya menjadi contoh perkembangan di desa sekarang malah menjadi contoh yang kurang baik, baik yang muda mau pun yang tua ”ah masa bodoh” kira-kira begitu, tanpa memandang dia anak siapa dari mana asalnya yang penting hidup! tanpa menghiraukan nasib orang lain. Padahal sejatinya kotalah yang menjadi pusat peradaban, namun kenyataan berkata lain malah sebaliknya.
Sangat miris! bahkan di desa mulai terjangkit penyakit zaman sekarang yang di istilahkan dengan fenomena “Kids Zaman Now” dimana anak-anak muda sudah terinfeksi penyakit yang menular bahkan lebih menular dari virus yang berbahaya sekalipun, yakni penyakit kekinian yang di akibatkan kurangnya pengetahuan dalam beragama, akhirnya mudah terpengaruh dunia luar yang gampang masuk dan meracuni akal serta pikiran anak muda yang dapat menjerumuskan kelembah kemaksiatan. Melihat hal itu, betapa perihnya hati ini terasa tersayat sembilu yang begitu tajam dan mematikan. Astagfirullah...
Mau dibawa kemana bangsa ini, apakah kita tidak malu sebagai pemuda yang akan meneruskan perjuang bangsa tapi malah kita sebagai pemuda regenerasi dari pendahulu kita yang sudah mulai tua  renta, yakni orang tua kita dan kita malah mempermalukan mereka dengan perbuatan kita yang membawa kehancuran dan malapetaka yang akan menimbulkan duka dan deraian air mata keduanya. Sungguh semua itu tidak bisa diterima dengan akal dan naluri kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang diciptakan dengan jiwa dan raga yang sempurna.
Wahai pemuda mari kita kembali ke jalan yang benar dan diridhoi Allah SWT. Contohlah pemuda yang pernah hidup di zaman Rasulullah, beliau menjadi teladan bagi para pemuda Islam, siapakah beliau? yaitu Mush’ab bin Umair dilahirkan di masa jahiliyah, empat belas tahun (atau lebih sedikit) setelah kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada tahun 571 M (Mubarakfuri, 2007:54), sehingga Mush’ab bin Umair dilahirkan pada tahun 585 M.
Dalam Asad al-Ghabah, Imam Ibnul Atsir mengatakan, “Mush’ab adalah seorang pemuda yang tampan dan rapi penampilannya. Kedua orang tuanya sangat menyayanginya. Ibunya adalah wanita yang sangat kaya. Sandal Mush’ab adalah sandal al-Hadrami, pakaiannya merupakan pakaian yang terbaik, dan dia adalah orang Mekkah yang paling harum sehingga semerbak aroma parfumnya meninggalkan jejak di jalan yang ia lewati.” (al-Jabiri, 2014:19). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku tidak pernah melihat seorang pun di Mekkah yang lebih rapi rambutnya, paling bagus pakaiannya dan palimg banyak diberi kenikmatan selain dari Mush’ab bin Umair.” (HR. Hakim).
Meskipun ibunya sangat memanjakannya, namun tak lantas membuat beliau berbangga diri dengan semua kenikmatan yang membuatnya tidak pernah merasakan kesulitan hidup dan kekurangan nikmat. Justru beliau jual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di akhirat. Inilah ciri pemuda Islam yang mutamaddin, beliau tidak mementingkan urusan dunia semata, akan tetapi mencari dunia untuk kehidupan akhirat yang lebih kekal dan abadi. Karna sejatinya dunia adalah sebuah permainan yang menipu dan apabila kita tidak berhati-hati, maka tunggulah kehancurannya. Ingat! kita hidup di dunia hanyalah sementara, ibaratkan seorang musafir yang singgah disuatu tempat untuk menghilangkan penat dan dahaga, serta melanjutkan kembali perjalanannya, apabila tujuannya baik maka baiklah tujuannya dan apabila tidak, maka sebaliknya.
Oleh sebab itu, maka disini peran keluarga dan lingkungannya yang bisa mengubah karasteristik pemuda. Mengingat pentingnya peran keluarga ini, maka tidak aneh kalau salah satu dari maqoshidus syari’ah (tujuan syariat) adalah sebagai upaya hifdzun nasl (menjaga keturunan), terutama menjaga ikatan keluaraga. Disitu silaturrahmi, belajar bersama serta kerjasama  bisa dilakukan dalam membentuk masa depan bersama (Said Aqil Siroj, 2015:32). Begitupun dengan lingkungan, karena lingkungan juga merupakan tonggak perubahan karasteristik seorang pemuda, pemuda yang gagal dalam bersosialisasi dengan lingkungannya,  maka akan terintimidasi jiwa dan pikirannya. Kita sering tidak sadar bahwa seseorang disekeliling kita mempunyai pengaruh yang sangat besar, kadang kita memperingatkan adik-adik kita atau teman kita untuk tidak salah pergaulan, tetapi jangan lupa bahwa memilih teman bergaul menjadi kunci penting kesuksesan hidup kita.
Fenomena di atas merupakan fenomena yang sering kita temui, baik di lingkungan kita maupun lingkungan yang lainnya. Memang saya sendiri sebagai seorang pemuda harus selalu berhati-hati di dalam menyikapi itu semua, walaupun saya seorang pemuda desa yang hijrah ke kota, demi cita-cita dan untuk kebahagiaan kedua orang tua saya, lantas! hati saya bergeming semoga semua itu tidak terjadi dengan saya. “Ya Allah, jauhkanlah hamba-Mu ini dari semua hal yang dapat membuat hamba terlena dengan manisnya dunia yang hanya sekejap dan melalaikan semata”. Kelak kita semua akan kembali ketempat semula yang di penuhi dengan binatang pengrusak jiwa dan tersisalah kita menjadi sebujur bangkai yang tak berguna bagai tenggelam di laut derita dan amal shaleh sebagai penyelamatnya. Wallahu a’alam bish-shawab.

BIODATA PENULIS
(Kompetisi Literasi : Create Your Dream, Write to Inspire)
Nama            : Muhammad Sapi’i
Status            : Mahasiswa
Pekerjaan      : Belum bekerja
Alamat        : Jl. Samuda-Ujung Pandaran, Ds. Handil Sohor, Kec. Mentaya Hilir Selatan, Kab. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah
Kontak/WA   : 085752265817
Media Sosial : Instagram @syafiee_ahmed
Email            : muhammad17sapi.i@gmail.com

11 komentar:

“Negeri Para Pejuang: Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghofur”

  Oleh Muhammad Sapi’i Kelompok 25 KKN-DRSK IAIN Palangka Raya Tahun 2020 Pencipta Puisi: Muhammad Sapi’i Vocal: Muhammasd Sapi’i Editor...