Alhamdulillah, tidak terasa program KKN-DRSK
IAIN Palangka Raya Tahun 2020 kini sudah memasuki hari ke-23. Jadi, konten KKN
saya pada kali ini video mengenai pemotongan hewan qurban. Ini merupakan
pengalaman yang sangat luar biasa, disini kami juga ikut membantu menguliti
hewan qurbannya. Mulai dari menyediakan alat untuk memotongnya hingga proses
akhir selesai. Meskipun masa pandemi covid-19 belum usai, kami selalu semangat
menjalankan berbagai program yang telah ditentukan, karena semangat kami untuk agama,
bangsa dan negara: terus berkobar tiada padam.
Pada hakikatnya berqurban merupakan ajaran
Nabiyullah Ibrahim ‘alahis salaam. Ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk
menyembelih putra tercintanya Ismail ‘alahis saam. Dan tidaklah Allah menguji keduanya
tanpa ada hikmah yang turun dari-Nya. Benar saja, itu merupakan ujian untuk
sebuah taat seorang hamba kepada Rabb-Nya. Kemudian Ismail ‘alahis salaam yang
semula dijadikan qurban untuk menguji ketaatan Nabiyullah Ibrahim ‘alahis
salaam, diganti Allah dengan seekor domba besar yang putih bersih dan tidak ada
cacatnya. Maka oleh sebab itu, kita dapat mengambil sebuah pelajaran yang
berharga. Bahwa ikhlas dan sabar akan membuahkan hasil; ibaratkan sebuah anggur
yang manis dan enak dipandang mata. Mengenai peristiwa tersebut, bisa kita
tadabburi melalui firman-Nya:
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ (١٠٧)
Terjemah: “Dan Kami tebus anak itu dengan
seekor sembelihan yang besar.” (Q.S As-Saffat [37]: 107)
Tafsir Kemenag: Pada ayat ini ditegaskan bahwa
apa yang dialami Ibrahim dan putranya itu merupakan batu ujian yang amat berat.
Memang hak Allah untuk menguji hamba yang dikehendaki-Nya dengan bentuk ujian
yang dipilih-Nya berupa beban dan kewajiban yang berat. Bila ujian itu telah
ditetapkan, tidak seorang pun yang dapat menolak dan menghindarinya. Di balik
cobaan-cobaan yang berat itu, tentu terdapat hikmah dan rahasia yang tidak
terjangkau oleh pikiran manusia.
Ismail yang semula dijadikan kurban untuk
menguji ketaatan Ibrahim, diganti Allah dengan seekor domba besar yang putih
bersih dan tidak ada cacatnya. Peristiwa penyembelihan kambing oleh Nabi
Ibrahim ini yang menjadi dasar ibadah kurban untuk mendekatkan diri kepada
Allah, dilanjutkan oleh syariat Nabi Muhammad. Ibadah kurban ini dilaksanakan
pada hari raya haji/raya kurban atau pada hari-hari tasyriq, yakni tiga hari
berturut-turut sesudah hari raya kurban, tanggal 11, 12, 13 Zulhijah.
Hewan kurban terdiri dari binatang-binatang
ternak seperti unta, sapi, kerbau, dan kambing. Diisyaratkan binatang kurban
itu tidak cacat badannya, tidak sakit, dan cukup umur. Menyembelih binatang
untuk kurban ini hukumnya sunnah muakkadah(sunah yang ditekankan). Firman
Allah: Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai
ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). (al-Kautsar/108: 2) Dengan
disyariatkannya ibadah kurban dalam agama Islam, maka peristiwa Ibrahim
menyembelih anaknya akan tetap dikenang selama-lamanya dan diikuti oleh
umatnya. Ibadah kurban juga menyemarakkan agama Islam karena daging-daging
kurban itu dibagi-bagikan kepada masyarakat terutama kepada fakir miskin.
Berqurban merupakan amalan yang sangat mulia,
keutamaanya pun dapat kita ketahui dari salah satu hadis Nabi. Sebagaimana
berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ مِسْكِينٍ
حَدَّثَنَا عَائِذُ اللَّهِ عَنْ أَبِي دَاوُدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ
قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ
اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا
فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا
فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ
Terjemah: “Berkata kepada kami Muhammad bin
Khalaf Al ‘Asqalani, berkata kepada kami Adam bin Abi Iyas, berkata kepada kami
Sullam bin Miskin, berkata kepada kami ‘Aidzullah, dari Abu Daud, dari Zaid bin
Arqam, dia berkata: berkata para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam: “Wahai Rasulullah, hewan qurban apa ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah
sunah bapak kalian, Ibrahim.” Mereka berkata: “Lalu pada hewan tersebut, kami
dapat apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu
kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?” Beliau
bersabda: “Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan.” [HR. Riwayat Ibnu Majah
dalam Sunannya No. 3127]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar