Palangka Raya – Senin, 03 Agustus 2020 pukul 15.30 WIB –
selesai. Bertempat di Jl. G. Obos XII/Jl. Mutiara III No. 165 Palangka Raya telah
dilaksanakannya program kegiatan KKN-DRSK mengajar atau membimbing anak-anak mengaji
di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Adapun metode yang digunakan pada
pembelajaran tersebut adalah Metode Tilawati.
Metode Tilawati adalah suatu metode mengajar
membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah dan aturannya. Mereka para ahli atau
praktisi pengajar Al-Qur’an melakukan penelitian dari berbagai metode yang ada,
khususnya di Indonesia dan akhirnya lahirlah metode tilawati ini (lihat
minanews.net).
Mengajarkan Al-Qur’an bukan hanya panggilan
hati, tetapi merupakan suatu kewajiban. Karena ilmu memang harus kita ajarkan
dan tidak boleh hanya untuk diri sendiri. Sebab, cahaya ilmu akan menerangi
semesta jika kita menyalakan dengan berusaha belajar dan mengajarkannya.
Sehingga Allah akan menuntun ke suatu jalan kemenangan bagi pari pencari ilmu,
wabil khusus para pengkaji Al-Qur’an. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa
Sallam bersabda:
عَن عُثَمانَ رَضِىَ اللٌهُ عَنهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صٌلَى اللٌهُ
عَلَيهِ وَسَلٌمَ خَيُركُم مَن تَعلٌمَ القُرانَ وَعَلٌمَهَ ( رواه البخاري وابو
داود والترمذي والنسائ وابي ماجه هكذا في الترغيب وعزاه الى مسلم ايضا لكن حكي
الحافظ في الفضح عن ابي العلاء ان مسلما سكت عنه ).
Terjemah: “Dari Utsman RA, Rasulullah SAW
bersabda, “Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang belajar al Qur’an dan
mengajarkannya.” (HR Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah)
Al-Qur’an memang sangat istimewa, dan
pahalanya sangat luar biasa. Sebagaimana di dalam salah satu hadis Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ
بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ
وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».
Terjemah: “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang
membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan
tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak
mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan
Miim satu huruf.” (HR.Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al-Jami’,
no. 6469)
Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan
di dalam berfirman-Nya:
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ
وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ (٢٩)
Terjemah: “Kitab (Al-Qur'an) yang Kami
turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar
orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (Q.S Sad [38]: 29)
Tafsir Kemenag: Allah menjelaskan bahwa Dia
telah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah saw dan para pengikutnya.
Al-Qur'an itu adalah kitab yang sempurna mengandung bimbingan yang sangat
bermanfaat kepada umat manusia. Bimbingan itu menuntun manusia agar hidup
sejahtera di dunia dan berbahagia di akhirat. Dengan merenungkan isinya,
manusia akan menemukan cara-cara mengatur kemaslahatan hidup di dunia. Tamsil
ibarat dan kisah dari umat terdahulu menjadi pelajaran dalam menempuh tujuan
hidup mereka dan menjauhi rintangan dan hambatan yang menghalangi pencapaian
tujuan hidup. Al-Qur’an itu diturunkan dengan maksud agar direnungkan kandungan
isinya, kemudian dipahami dengan pengertian yang benar, lalu diamalkan
sebagaimana mestinya. Pengertian yang benar diperoleh dengan jalan mengikuti
petunjuk-petunjuk rasul, dengan dibantu ilmu pengetahuan yang dimiliki, baik
yang berhubungan dengan bahasa ataupun perkembangan masyarakat. Begitu pula
dalam mendalami petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam kitab itu, hendaknya
dilandasi tuntunan rasul serta berusaha untuk menyemarakkan pengalamannya
dengan ilmu pengetahuan hasil pengalaman dan pemikiran mereka.
Al-hasan al-Bashri menjelaskan pengertian ayat
ini dengan mengatakan, “Banyak hamba Allah dan anak-anak yang tidak mengerti
makna Al-Qur’an, walaupun telah membacanya di luar kepala. Mereka ini hafal
betul hingga tak satu pun huruf yang ketinggalan. Namun mereka mengabaikan
ketentuan-ketentuan Al-Qur’an itu hingga salah seorang di antara mereka
mengatakan, “Demi Allah saya telah membaca Al-Qur’an, hingga tak satu huruf pun
yang kulewatkan.” Sebenarnya orang yang seperti itu telah melewatkan Al-Qur’an
seluruhnya, karena pengaruh Al-Qur’an tidak tampak pada dirinya, baik pada budi
pekerti maupun pada perbuatannya. Demi Allah, apa gunanya ia menghafal setiap
hurufnya, selama mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Allah. Mereka itu bukan
ahli hikmat dan ahli pemberi pengajaran. Semoga Allah tidak memperbanyak jumlah
orang yang seperti itu.”
Ibnu Mas’ud mengatakan:Orang-orang di antara
kami apabila belajar sepuluh ayat Al-Qur’an, mereka tidak pindah ke ayat lain,
sampai memahami kandungan sepuluh ayat tersebut dan mengamalkan isinya. (Riwayat
Ahmad)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar