Rabu, 05 Agustus 2020

“Tarbiyatul Aulad: Pendidikan Anak Berbasis Al-Qur’an dan Hadis” Orang Tua dan Guru Wajib Dampingi Anak / Murid di Internet.



Oleh Muhammad Sapi’i Kelompok 25 KKN-DRSK IAIN Palangka Raya Tahun 2020

Masa pandemi, Internet kian menjadi tumpuan anak / murid untuk belajar, sosialisasi hingga hiburan. Namun hal negatif semisal konten dewasa hingga terkaman pedofil mengincar. Orang tua dan guru, dampingi selalu anak / murid ketika online dan cegah data pribadi mereka tersebar (lihat covid19.go.id). Menjaga data dan privasi pribadi anak / murid sangatlah penting, kita patut waspada karena kejahatan di dunia maya atau media sosial selalu mengincar siapapun tanpa pandang bulu.

Marilah kita cegah bersama sebelum itu terjadi, dengan cara membimbing atau mengawasi anak / murid di dalam proses belajar tersebut. Selain itu, batasi penggunaan Internet pada mereka, ketika belajarnya sudah selesai langsung perintah untuk istirahat atau melakukan kegiatan positif lainnya, agar anak / murid tidak terlalu candu pada Internet, karena usia belia masih rentan dalam penggunaan media sosial.

Karena orang tua atau guru merupakan akar pendidikan para anak / murid. Terlebih orang tua, yang merupakan sekolah pertama bagi para anak-anaknya. Maka orang tua harus menjaga amanah tersebut yang telah dititipkan oleh Sang Pencipta. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ (٢٧)

Terjemah: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Q.S Al-Anfal [8]: 27)

Tafsir Ringkas Kemenag: Bersyukur adalah sebuah keharusan, sebab aneka nikmat tersebut bersumber dari Allah. Tidak bersyukur berarti mengkhianati nikmat tersebut dari Pemberinya, karena itu Allah menyatakan, Wahai orangorang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati, yakni mengurangi sedikit pun hak Allah sehingga mengkufurinya atau tidak mensyukurinya, dan juga jangan mengkhianati Rasul, yakni Nabi Muhammad, tetapi penuhilah seruannya, dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu oleh siapa pun, baik amanat itu ada-lah amanat orang lain maupun keluarga; seperti istri dan anak, muslim atau non-muslim, sedang kamu mengetahui bahwa itu adalah amanat yang harus dijaga dan dipelihara. Segala sesuatu yang berada dalam genggaman manusia adalah amanat Allah yang harus dijaga dan dipelihara. Salah satu bentuk motivasi mengkhianati amanat Allah dan Rasul-Nya adalah cinta kepada harta dan anak yang berlebihan. Maka pada ayat ini Allah menyatakan, Dan ketahuilah bahwa hartamu yang merupakan titipan Allah kepadamu dan anak-anakmu yang merupakan anugerah Allah itu hanyalah sebagai cobaan. Maka, ja-nganlah berlebihan dalam mencintai harta dan anak melebihi cinta pada Allah. Cinta harta dan anak yang berlebihan membuat seseorang enggan memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya karena takut atau kikir, sebab panggilan tersebut menuntut tanggung jawab dan pengorbanan. Dan ketahuilah, sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar, jauh lebih besar daripada harta dunia dan anak keturunan.

Demikian pula, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memikulkan tanggung jawab pendidikan anak ini secara utuh kepada kedua orang tua. Dari Ibnu Radhiallahu ‘Anhu, bahwa dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Terjemah: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari, no. 2278).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Negeri Para Pejuang: Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghofur”

  Oleh Muhammad Sapi’i Kelompok 25 KKN-DRSK IAIN Palangka Raya Tahun 2020 Pencipta Puisi: Muhammad Sapi’i Vocal: Muhammasd Sapi’i Editor...