Minggu, 12 Juli 2020

Peduli Santri: Sinergitas Tingkatkan Kepedulian di Masa Pandemi Covid-19



Palangka Raya – Minggu 12 Juli 2020 pukul 13.00 WIB – selesai. Bertempat di Pondok Pesantren Manba’u Darissalam Palangka Raya Kalimantan Tengah Cabang Darussalam Martapura Jl. Mendawai I Ujung RT. 03 RW. 04 Palangka Raya telah dilaksanakannya kegiatan program KKN-DRSK sebagai bentuk peduli dan solidaritas atas wabah covid-19 serta musibah kebakaran yang menimpa Pondok Pesantren tersebut pada Senin Malam (22/6/2020) yang lalu.

Saya selaku mahasiswa yang sedang melaksankan kegiatan KKN turut berprihatin yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa, ditambah masa pandemi atau wabah covid-19 yang belum usai. Hemat saya tentu Pondok Pesantren tersebut akan ekstra menangani hal tersebut. Sebab musibah yang saling bertautan dan tentu kita harus bertindak secepat mungkin, karena itu adalah panggilan Ilahi.

Menurut Ustadzah Munawarah salah satu wali santri di Pondok Pesantren tersebut “setelah kebakaran yang terjadi, kami semakin memperketat aktivitas para santri, agar para santri tetap steril ditengah wabah covid-19. Tentu karena keluar masuknya orang akan sangat ramai pada masa seperti ini, dengan berbagai donasi yang akan disalurkan” Tuturnya.

Marilah kita bersama ulurkan tangan, saling tolong-menolong dalam hal kebajikan. Bukankah tolong-menolong telah Allah perintahkan yang termaktubkan di dalam firman-Nya pada penggalan ayat berikut:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ (٢)

Terjemah: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya." (Q.S Al-Ma'idah [5]: 2)

Tafsir Kemenag: Terakhir ayat ini mewajibkan orang-orang mukmin tolong-menolong sesama mereka dalam berbuat kebaikan dan bertakwa, untuk kepentingan dan kebahagiaan mereka. Dilarang tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran serta memerintahkan supaya tetap bertakwa kepada Allah agar terhindar dari siksaan-Nya yang sangat berat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menilai ayat di atas memiliki urgensi tersendiri. Beliau menyatakan: Ayat yang mulia ini mencakup semua jenis bagi kemaslahatan para hamba, di dunia maupun akhirat, baik antara mereka dengan sesama, ataupun dengan Rabbnya. Sebab seseorang tidak luput dari dua kewajiban; kewajiban individualnya terhadap Allah Azza wa Jalla dan kewajiban sosialnya terhadap sesamanya.

Selanjutnya, beliau memaparkan bahwa hubungan seseorang dengan sesama dapat terlukis pada jalinan pergaulan, saling menolong dan persahabatan. Hubungan itu wajib terjalin dalam rangka mengharap ridha Allah Azza wa Jalla dan menjalankan ketaatan kepada-Nya. Itulah puncak kebahagiaan seorang hamba. Tidak ada kebahagiaan kecuali dengan mewujudkan hal tersebut, dan itulah kebaikan serta ketakwaan yang merupakan inti dari agama ini (lihat ar-Risalah at-Tabukiyyah hlm. 30)

Sebagai contoh sikap saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

انْصُر أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظلُو مًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنصُرًُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالََ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ

Terjemah: Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang teraniaya. Ada yang bertanya: "Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?" Beliau menjawab: "Dengan menghalanginya melakukan kezhaliman. Itulah bentuk bantuanmu kepadanya." (HR. al-Bukhari)

Oleh sebab itu, satukan pemikiran kita dan ringankan langkah untuk bergerak. Karena sejatinya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Lebih-lebih menolong antar sesama dan itu akan menjadi investasi amal kita di dunia untuk kehidupan akhirat yang lebih baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Negeri Para Pejuang: Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghofur”

  Oleh Muhammad Sapi’i Kelompok 25 KKN-DRSK IAIN Palangka Raya Tahun 2020 Pencipta Puisi: Muhammad Sapi’i Vocal: Muhammasd Sapi’i Editor...