Jika harus beraktivitas di luar rumah, jangan
ragu melangkah, sepanjang kita disipilin protokol kesehatan. Selalu
#PakaiMasker #JagaJarak dan rutin #CuciTanganPakaiSabun adalah bentuk adaptasi
kebiasaan baru. Dan kita perlu lengkapi diri dengan sejumlah “bekal” kekinian
di masa pandemi, sebagaimana dalam infografis (lihat Covid.go.id, ist.)
semuanya sebagai upaya untuk melindungi diri kita dari hal-hal yang mengganggu
kesehatan, terutama dari pandemi virus corona atau covid-19.
Sayangilah keluarga dan kerabat kita, serta
para kolega atau sahabat kita. Caranya dengan menjaga tubuh kita dari
terjangkit virus corona, semisal dengan menggunakan masker, hand sanitizer, dan
lain sebagainya, yang dapat menjaga kekebalan tubuh kita. Meskipun hal tersebut
seperti sepele, jangan salah justru itulah awal dari sehatmu yang bahagia.
Karena Islam melarang tindakan yang dapat membahayakan fisik atau badan,
seperti tidak menjaga kesehatan tubuh. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa
Sallam bersabda:
“Sungguh,
badanmu memiliki hak atas dirimu.” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, kita dilarang zalim terhadap
diri sendiri, apalagi membahayakan orang lain. Allah Subhanahu Wa Ta’ala
berfirman:
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى
التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ (١٩٥)
Terjemah: “Dan infakkanlah (hartamu) di jalan
Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan
tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang
berbuat baik.” (Q.S Al-Baqarah [2]: 195)
Tafsir Kemenag: Orang-orang mukmin
diperintahkan membelanjakan harta kekayaannya untuk berjihad fi sabilillah dan
dilarang menjatuhkan dirinya ke dalam jurang kebinasaan karena kebakhilannya.
Jika suatu kaum menghadapi peperangan sedangkan mereka kikir, tidak mau
membiayai peperangan itu, maka perbuatannya itu berarti membinasakan diri
mereka.
Menghadapi jihad dengan tidak ada persiapan
serta persediaan yang lengkap dan berjihad bersama-sama dengan orang-orang yang
lemah iman dan kemauannya, niscaya akan membawa kepada kebinasaan. Dalam hal
infaq fi sabilillah orang harus mempunyai niat yang baik, agar dengan demikian
ia akan selalu memperoleh pertolongan Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar