Minggu, 26 Juli 2020

“Perbekalan Standar Untuk Adaptasi Kebiasaan Baru”



Oleh Muhammad Sapi’i Kelompok 25 KKN-DRSK IAIN Palangka Raya Tahun 2020 

Jika harus beraktivitas di luar rumah, jangan ragu melangkah, sepanjang kita disipilin protokol kesehatan. Selalu #PakaiMasker #JagaJarak dan rutin #CuciTanganPakaiSabun adalah bentuk adaptasi kebiasaan baru. Dan kita perlu lengkapi diri dengan sejumlah “bekal” kekinian di masa pandemi, sebagaimana dalam infografis (lihat Covid.go.id, ist.) semuanya sebagai upaya untuk melindungi diri kita dari hal-hal yang mengganggu kesehatan, terutama dari pandemi virus corona atau covid-19.

Sayangilah keluarga dan kerabat kita, serta para kolega atau sahabat kita. Caranya dengan menjaga tubuh kita dari terjangkit virus corona, semisal dengan menggunakan masker, hand sanitizer, dan lain sebagainya, yang dapat menjaga kekebalan tubuh kita. Meskipun hal tersebut seperti sepele, jangan salah justru itulah awal dari sehatmu yang bahagia. Karena Islam melarang tindakan yang dapat membahayakan fisik atau badan, seperti tidak menjaga kesehatan tubuh. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

 “Sungguh, badanmu memiliki hak atas dirimu.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, kita dilarang zalim terhadap diri sendiri, apalagi membahayakan orang lain. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ (١٩٥)

Terjemah: “Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-Baqarah [2]: 195)

Tafsir Kemenag: Orang-orang mukmin diperintahkan membelanjakan harta kekayaannya untuk berjihad fi sabilillah dan dilarang menjatuhkan dirinya ke dalam jurang kebinasaan karena kebakhilannya. Jika suatu kaum menghadapi peperangan sedangkan mereka kikir, tidak mau membiayai peperangan itu, maka perbuatannya itu berarti membinasakan diri mereka.

       Menghadapi jihad dengan tidak ada persiapan serta persediaan yang lengkap dan berjihad bersama-sama dengan orang-orang yang lemah iman dan kemauannya, niscaya akan membawa kepada kebinasaan. Dalam hal infaq fi sabilillah orang harus mempunyai niat yang baik, agar dengan demikian ia akan selalu memperoleh pertolongan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Negeri Para Pejuang: Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghofur”

  Oleh Muhammad Sapi’i Kelompok 25 KKN-DRSK IAIN Palangka Raya Tahun 2020 Pencipta Puisi: Muhammad Sapi’i Vocal: Muhammasd Sapi’i Editor...