Selasa, 21 Juli 2020

“Pembentukan Karakter Generasi Z Melalui Cara Pandang Al-Qur’an”



Oleh Muhammad Sapi’i Kelompok 25 KKN-DRSK IAIN Palangka Raya Tahun 2020 

Palangka Raya – Selasa 21 Juli 2020 pukul 09.00 WIB – selesai. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya mengadakan  Webinar Nasional. Kali ini mengusung tema “Eksistensi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dalam Pembentukan Karakter Generasi Z” yang dipimpin oleh seorang moderator; al-Ustadz Muhammad Irfan Wahid, Lc, M.Si. Adapun sebagai narasumber pembuka adalah Rektor Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya; Dr. Khairil Anwar, M. Ag, sebagai narasumber kedua; Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dan sebagai narasumber ketiga; Dr. Muchlis M. Hanafi, MA.

     Sesuai dengan tema yang diusung, fokus bahasan yang dipaparkan yakni mengenai pembentukan karakter generasi Z, terutama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Erich From (1996: 51-52), seorang psikolog humanis mengatakan bahwa pada setiap diri manusia itu ada yang namanya karakter dan ada pula temperamen. Mungkin karakter itu sama dengan khuluq (perangai yang bisa baik dan bisa pula buruk), sementara temperamen sama dengan khalq (ciptaan atau kejadian). Papar Dr. Khairil, M. Ag, selaku rektor Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya.

     Sementara itu, dalam hal pembentukan karakter tidak hanya aspek rasionalitas yang dilibatkan, namun yang tak kalah pentingnya dari itu, bahkan paling utama adalah adab dan spiritualitas. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA selaku Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta mengungkapkan bahwa para Ilmuwan Muslim produktif di dalam keilmuannya karena memperhatikan aspek ibadah, semisal dengan tahajjud sembari menyempatkan diri untuk belajar atau menulis kitab. Tidak hanya itu, ilmu tidak akan berkah jika hidup tidak disibukkan dengan ibadah. Jangan bermimpi mendapatkan ilmu yang tinggi, jika diri menjadi langganan maksiat. Ungkap beliau.

     Lalu, siapakah generasi Z? Generasi Z adalah generasi penerus setelah generasi milenial. Lahir dalam rentang 1995 hingga 2010. Disebut juga generasi Z, seperti iGen (iGeneratioan), gen Net (generasi internet), gen Tech, digital natives, dan plurals. Kelebihan  generasi Z mempunyai inteletualitas yang baik, terbuka terhadap segala sesuatu, mendapatkan informasi yang lebih banyak, motivasi tinggi terhadap suatu hal, dan melakukan  banyak hal dalam satu waktu. Namun, diantara kekurangannya: individualistis, tidak focus, suka yang instan, kurang menghargai proses, dan memiliki emosi yang labil. Tambah Dr. Muchlis M. Hanafi, MA selaku Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag RI, menurut beliau sebuah keharusan dan menjadi kewajiban dalam membimbing dan memberi nasihat kepada generasi Z melalui cara atau metode Al-Qur’an: 1) Secara langsung, kisah, perumpamaan, dan dialog, 2) Pembiasaan, 3) Lingkungan atau teman yang baik, 4) Reward dan punishment: Marah/sindiran, ancaman, imbalan, pujian dan, hadiah, 5) Keteladanan: Tampilkan perilaku yang relevan dengan harapan anak. Lihatlah profil pemuda dalam Al-Qur’an: 1) Thalut: Kuat dan berpengetahuan luas, serta terampil kelola pemerintahan, 2) Yusuf: Cerdas-berintegritas, 3) Ashabul Kahfi: Kuat iman dan tangguh dalam pendirian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Negeri Para Pejuang: Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghofur”

  Oleh Muhammad Sapi’i Kelompok 25 KKN-DRSK IAIN Palangka Raya Tahun 2020 Pencipta Puisi: Muhammad Sapi’i Vocal: Muhammasd Sapi’i Editor...