Palangka Raya – Sabtu, 25 Juli 2020 pukul 09.00
WIB – selesai. Bertempat di Jl. G. Obos
XII/Jl. Kenangan II No. 317 Pondok Dzikir Miftahus Sudur Palangka Raya telah
dilaksanakannya program kegiatan KKN-DRSK membuat rak sayuran sebagai tempat untuk meletakkan sayuran yang ditanam
di polybag. Sayuran tersebut di budidayakan sebagai stock dimasa pandemi,
sebagai asupan untuk tubuh agar tetap fit dan sehat. Sayuran pun Allah sebutkan
di dalam firman-Nya:
وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ (٢٨)
Terjemah: dan anggur
dan sayur-sayuran, (Q.S ‘Abasa [80]: 28)
Tafsir Kemenag:
Dalam ayat ini dan selanjutnya Allah menyebutkan beberapa macam
tumbuh-tumbuhan: pertama, Allah menumbuhkan di bumi biji-bijian seperti gandum,
padi, dan lain-lainnya yang menjadi makanan pokok.
Kedua dan ketiga,
Allah menumbuhkan pula buah anggur dan bermacam sayuran yang dapat dimakan
secara langsung. Keempat dan kelima, buah zaitun dan pohon kurma. Keenam,
kebun-kebun yang besar, tinggi, dan lebat buahnya. Tidak hanya buahnya yang
dapat dimanfaatkan, tetapi pohonnya pun dapat dijadikan bahan bangunan dan
alat-alat perumahan. Ketujuh, bermacam-macam buah-buahan yang lain, seperti
buah pir, apel, mangga, dan sebagainya. Kedelapan, berbagai macam
rumput-rumputan.
Air yang turun dari
langit dan perannya dalam “menghidupkan tanah yang mati” secara jelas diuraikan
pada Surah al-Furqan/25: 48-49. Apa kandungan dari air hujan sehingga dapat
digunakan untuk tumbuhnya tumbuhan ada pada Surah Qaf/50: 9.
Sedangkan uraian
bagaimana bumi “terbelah”, di samping ayat di atas, juga terdapat pada Surah
Fussilat/41: 39, sebagaimana pada penggalannya: "Dan di antara
ayat-ayat-Nya adalah engkau melihat bumi kering tandus maka apabila telah Kami
turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan mengembang."
Ayat tersebut
menerangkan apa yang akan terjadi pada tanah yang kering apabila butiran hujan
jatuh di atasnya. Ayat tersebut juga menjelaskan adanya tiga tahap bagaimana
perkembangan tumbuhan sampai dengan menghasilkan buah.
Tingkat-tingkat
perkembangan tumbuhan yang dijelaskan oleh ayat di atas adalah demikian:
Pertama: Bergeraknya
tanah. Apa yang dimaksud dengan bergeraknya tanah adalah gerakan partikel
tanah. Partikel ini terdiri dari lapisan-lapisan yang terdiri atas bahan silika
dan alumina. Ketika air masuk ke lapisan-lapisan partikel, maka akan terjadi pembengkakan
dari partikel-partikel pembentuk lumpur. Hal ini dapat dijelaskan demikian:
1. Muatan listrik
elektrostatis yang ada di permukaan partikel (yang terjadi setelah kehadiran
air) akan mengakibatkan terganggunya stabilitas. Partikel ini akan bergerak
terus, sebelum ada stabilisator yang berupa partikel yang bermuatan listrik
yang berlawanan. Di sini kita seharusnya bersyukur, tentang bagaimana Allah
telah menciptakan semuanya dalam pasangan-pasangan, sehingga mendatangkan
suasana yang stabil dan sentosa. Termasuk dalam hal ini adalah muatan listrik
2. Pergerakan
partikel tanah juga disebabkan karena adanya tabrakan dengan partikel air.
Pergerakan partikel air yang tidak teratur menyebabkan partikel tanah bergerak
ke semua arah. Gerakan yang demikian ini ditemukan oleh seorang ahli tumbuhan
bernama Robert Brown pada tahun 1828. Pergerakannya sangat tergantung pada
kecepatan dan jumlah partikel air. Dengan demikian, pergerakan yang terjadi
adalah interaksi langsung antara partikel
tanah dan partikel air.
Kedua: Mengembangnya
tanah. Apa yang dimaksud dengan mengembangnya tanah adalah mengembangnya
partikel tanah. Partikel tanah akan bertambah tebal. Dengan demikian, tanah
akan mengembang, sejalan dengan mengembangnya partikel tanah. Telah dikemukakan
sebelumnya bahwa partikel tanah terdiri atas lapisan-lapisan yang berhubungan
satu sama lain. Antara lapisan satu dan lainnya terdapat pori-pori. Ke dalam
pori-pori inilah air dan ion-ion yang terlarut akan masuk. Dengan bentuk
pori-pori yang sangat sempit dan adanya medan elektrostatis di permukaan
lapisan, maka air seperti di taruh dalam botol, dan tidak mengalir ke luar.
Dengan kata lain, air akan disimpan di pori-pori di setiap lapisan.
Ketiga: Tahap
Perkecambahan. Tahap perkecambahan biji terjadi saat air sudah tersedia. Saat
air sudah pada tahap cukup, maka embrio yang ada di dalam biji akan menjadi
aktif dan menyerap matrial nutrisi yang sederhana (material nutrisi kompleks
dipecah menjadi sederhana dengan bantuan enzim). Pada tahap ini, bakal akar
tumbuh ke bawah, bergerak di antara partikel tanah untuk mencari kawasan yang
memenuhi syarat dan memperoleh nutrisi yang diperlukannya. Kemudian bakal daun
akan berkembang ke atas, menembus permukaan tanah, dan mengarahkan pada sumber
sinar matahari.
Jadi, secara
singkat, tahapan-tahapan di atas dapat dijelaskan demikian. Kata
"bergerak" jelas mengindikasikan efek dari air terhadap partikel
tanah. Efek ini dapat terjadi sebagai akibat adanya muatan listrik
elektrostatis atau benturan langsung antara partikel-partikel air dan tanah.
Sedangkan kata "membengkak" mengacu pada menebalnya partikel tanah
karena terperangkapnya air di antara lapisan-lapisan pembentuk partikel tanah.
Dengan demikian, partikel tanah berfungsi sebagai reservoar air, tempat menyimpan
air. Ini sesuai dengan ayat berikut:
Dan Kami turunkan
air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi,
dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya. (al-Mu’minun/23: 18)
Kemudian bakal akar,
dan disusul bakal daun, mulai tumbuh. Anak pohon akan muncul, terus tumbuh dan
memberikan hasil untuk keperluan manusia. Apakah manusia masih tidak bersyukur?
Maka perhatikanlah
bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati
(kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah
mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (ar-Rum/30: 50)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar